top of page

Apa Itu Jerawat dan Bagaimana Muncul di Kulit?

  • tayfun921
  • 25 Agu 2024
  • 2 menit membaca

Jerawat adalah kondisi kulit yang terjadi ketika folikel rambut tersumbat oleh minyak (sebum), sel kulit mati, dan bakteri. Jerawat sering muncul dalam bentuk komedo, jerawat putih, papula, pustula, nodul, dan kista.


Bagaimana Jerawat Muncul di Kulit:

  1. Produksi Sebum: Kulit secara alami menghasilkan zat berminyak yang disebut sebum, yang membantu melindungi dan melembapkan kulit. Namun, produksi sebum yang berlebihan dapat menyumbat pori-pori.

  2. Pori-Pori Tersumbat: Sel kulit mati biasanya terkelupas dan meninggalkan permukaan kulit. Ketika produksi sebum berlebihan, sel-sel mati ini bisa menjadi lengket dan menyumbat folikel rambut atau pori-pori.

  3. Pertumbuhan Bakteri: Pori-pori yang tersumbat menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri, terutama Propionibacterium acnes (P. acnes), untuk berkembang biak. Bakteri ini berkontribusi pada peradangan dan pembentukan jerawat.

  4. Peradangan: Respons imun tubuh terhadap bakteri dan pori-pori yang tersumbat menyebabkan peradangan, yang menghasilkan jerawat merah, bengkak, dan kadang-kadang nyeri.

  5. Jenis-Jenis Jerawat: Bergantung pada tingkat peradangan dan kedalaman pori yang tersumbat, jerawat bisa muncul dalam berbagai bentuk:


    • Komedo Putih: Pori-pori yang tersumbat dan tertutup.

    • Komedo Hitam: Pori-pori yang terbuka dan berubah warna karena oksidasi.

    • Papula: Benjolan kecil, merah, dan lunak.

    • Pustula: Jerawat merah dengan nanah di bagian atasnya.

    • Nodul: Benjolan besar dan nyeri di bawah kulit.

    • Kista: Benjolan dalam, nyeri, dan berisi nanah di bawah kulit.


Bahan Kimia dalam Produk Kosmetik yang Dapat Memicu Jerawat:

  1. Bahan Komedogenik: Bahan-bahan yang dapat menyumbat pori-pori, seperti minyak tertentu (misalnya, minyak kelapa, minyak sawit) dan lilin, dapat menyebabkan jerawat.

  2. Pewangi: Pewangi sintetis dapat mengiritasi kulit dan menyebabkan peradangan, yang dapat memperburuk jerawat.

  3. Silikon: Biasa ditemukan dalam primer dan foundation, silikon (misalnya, dimethicone) dapat menciptakan lapisan di kulit yang menjebak minyak, kotoran, dan bakteri, sehingga menyumbat pori-pori.

  4. Surfaktan: Surfaktan keras (misalnya, sodium lauryl sulfate) yang ditemukan dalam pembersih dan sampo dapat menghilangkan minyak alami kulit, menyebabkan produksi sebum berlebihan.

  5. Pengawet: Beberapa pengawet (misalnya, paraben) dapat menyebabkan reaksi alergi atau iritasi kulit, yang memicu peradangan dan berkontribusi pada jerawat.

  6. Emulgator: Beberapa emulgator yang digunakan untuk mencampur minyak dan air dalam produk juga dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat pada beberapa individu.


Kesimpulan:

Jerawat muncul akibat kombinasi produksi sebum berlebihan, pori-pori tersumbat, pertumbuhan bakteri, dan peradangan. Produk kosmetik yang mengandung bahan komedogenik, bahan kimia keras, atau iritan dapat memperburuk kondisi ini, menyebabkan jerawat lebih sering dan lebih parah. Bagi yang rentan berjerawat, penting untuk menggunakan produk perawatan kulit yang tidak menyumbat pori-pori dan lembut untuk meminimalkan risiko penyumbatan pori-pori dan peradangan.

 
 
 

Postingan Terakhir

Lihat Semua

댓글


bottom of page